Maaf sebelumnya apabila pertanyaan-pertanyaan “bodoh” ini menyebabkan ada yang tersinggung, bukan maksud saya untuk menyinggung hanya sekedar bertanya.

Apakah “pembantu” adalah suatu pekerjaan ataukah suatu jabatan?
Apakah “pembantu” itu dilayani ataukah melayani “majikan”nya?
Apakah pantas “pembantu” berpakaian “mewah” sementara “majikan”nya berpakaian “kemelaratan”?
Apakah sopan “pembantu” kenyang sementara “majikan”nya belum makan?
Apakah kamar “pembantu” harus terkunci rapat apabila “majikan”nya mengetuk?

Pertanyaan di atas tidak perlu dijawab, karena kami tidak perlu jawaban. Sekali lagi maaf apabila pertanyaan- pertanyaan ini terlalu banyak tanda petiknya.

“majikan” = rakyat
“pembantu” = …………. (isi sendiri masak tidak bisa)